Ternyata Begini Asal Muasal Nama Kampung Inggris Pare di Kediri

2 min read

kampung inggris pare

Asal Muasal Nama Kampung Inggris Pare – Mendengar kata Kampung inggris kita sudah pasti terfikir pare kediri namun tahukah sobat asal muasal kenapa dijulukin kampung inggris? Penasaran? yuk simak ulasan lengkapnya

Dikutip dari berita online SURYA.co.id, nama Kampung Inggris yang saat ini dikenal luas masyarakat bermula dari liputan wartawan. Karena wartawan yang meliput menjuluki lokasi kursusnya dengan Kampung Inggris.

“Kebetulan saat itu 1995, ada wartawan lewat di depan rumah. Saya sedang memberi materi kursus di emperan rumah,” kenang Kalend kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Rupanya wartawan tertarik untuk menulis karena di kampung ada kursusan bahasa Inggris dan ramai yang praktik berbicara bahasa Inggris. Rupanya wartawan tertarik untuk menulis karena di kampung ada kursusan bahasa Inggris dan ramai yang praktik berbicara bahasa Inggris.

Apalagi wartawan yang menulis sebelum menemui Kalend telah survei di sekitar lokasi kursus. Saat bertemu tukang becak, didapati sedang praktik ngomong bahasa Inggris. Kondisi yang sama juga berlangsung saat mampir ke warung nasi. Penjual dan pembelinya ngomongnya juga bahasa Inggris.

Rupanya suasana percakapan bahasa Inggris itu menarik bagi wartawan untuk menulisnya dan menjuluki Kampung Inggris. Menurut Kalend, tukang becak dan penumpangnya yang ngomong bahasa Inggris merupakan peserta kursus di tempatnya.

Kebetulan saat itu sedang main-main naik becak sambil ngomong bahasa Inggris. Demikian pula penjual nasi dan pembeli di warung merupakan peserta kursus.

“Penjual nasinya almarhumah Bu Sri Utami, dia memang pandai bahasa Inggris,” kenangnya.

Dari liputan wartawan pada 1995 itulah muncul pertama kali nama Kampung Inggris. Hanya saja saat itu les bahasa Inggris di Pare masih belum booming dan masih belum banyak mendapat perhatian.

Tampaknya julukan Kampung Inggris ini menarik perhatian bagi Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Jogjakarta Prof Faqih. Sehingga pada 1997, rektor ingin melihat langsung suasana dan kondisinya.

Kemudian Prof Faqih datang langsung menemui Kalend di tempat kursusnya. Malahan untuk membuktikan adanya Kampung Inggris, mobilnya sengaja diparkir sekitar 300 meter dari tempatnya kursusnya. Namun yang ditemui Prof Faqih selama berjalan 300 meter ternyata tidak menemui orang ngomong dengan bahasa Inggris.

“Prof Faqih sempat mengatakan katanya Kampung Inggris, tapi saya berjalan 300 meter ke tempat kursus tidak menemui orang ngomong bahasa Inggris,” ungkap Kalend menirukan penuturan sang rektor.

Kemudian Kalend menjawab yang memberi julukan nama Kampung Inggris bukan berasal dari dirinya, tapi wartawan yang meliput kegiatan di sekitar tempat kursusnya.

Namun juga disampaikan, jika tempat kursusnya sangat berpeluang untuk terus berkembang. Sehingga bakal banyak bermunculan lembaga kursus serupa di Pare.

“Kami berusaha untuk mencetak orang dapat ngomong bahasa Inggris,” tambahnyakepada Surya (TRIBUNnews.com Network)

Meski menjadi perintis lembaga kursus Kampung Inggris Mr Kalend tetap sederhana. Selain itu tetap memberikan materi kursus di tempat bersama 14 tenaga tutor lainnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *